Tuesday, May 22, 2007

Tazkiyyah Atas Tsa'labah


TSA'LABAH BIN HATHIB, MUNAFIK ???
- - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Kisah, tsa'labah. suatu kisah yg hampir semua kitab tafsir memuat-nya, kisah seorang shahabat yg mulia Tsa'labah Bin Hathib. Mereka menyebutkan bahwa dia seorang shahabat yg berjanji kpd Allah jika dia mendapatkan rezeki dari Allah akan berinfak di jalan Allah.
Kemudian Allah memberikan kpd-nya harta, tetapi dia tdk menunaikan janjinya dan tdk mau membayar zakat hartanya. Maka para shahabat lain mensifatinya dgn kemunafikan karena Rasulullah saw tdk mau menerima zakatnya, tidak pula Abu Bakar dan Umar hingga dia meninggal di masa khalifah 'Utsman bin 'Affan ra.

As-Suyuthi dlm tafsir Al-Jalalain berkata ketika sampai pd ayat (artinya):
" Dan diantara mereka ada orang yg telah berikrar kpd Allah : 'Sesungguhnya jika
Allah memberikan sebahagian karunia-Nya kpd kami, pastilah kami akan bersedekah
dan pastilah kami termasuk orang-orang yg shalih' ". (QS 9 [At-Taubah] : 75)
Orang yg dimaksud itu adalah Tsa'labah bin Hathib.

Al-Qadhi Kan'an mengomentari pendapat ini dan mengatakan bahwa cerita ttg Tsa'labah
yg diutarakan oleh As-Suyuthi dan anggapan bahwa ayat tadi turun berkenaan dgn cerita
tsb, adalah cerita yg banyak dibicarakan oleh orang dan dinukil oleh para ahli tafsir
dgn riwayat APA ADANYA tanpa mengkritik penisbatan lakon cerita tsb kpd Tsa'labah spt
Ibnu Katsir dan As-Suyuthi dlm 'Jalalain' juga dlm kitab 'Ad-Durrul Mautsur' dan lain
sebagainya.

Namun ada para ahli tafsir lain yg menukil cerita tsb, tapi kemudian MENGKRITIKNYA dan
menganggap bahwa tidak mungkin ayat itu turun kpd seorang shahabat yg ikut serta dlm perang
Badr.

Dlm kitab "Majma'uz Zawa'id" Al-Haitsami mengatakan bahwa cerita tsb dikeluarkan oleh Ath-
Thabrani dan di dlm sanadnya terdapat Ali bin Yazid Al-Halmani dan dia adalah " MATRUK "
(ditinggalkan riwayatnya - maksudnya tdk dipercaya [ed]).

Al-Hafidh Ibnu Hajar berkata dlm kitab " Takhrij Ahaadits Al-Kasyaaf" bahwa cerita tsb di-
keluarkan oleh Ath-Thabrani, juga oleh Al-Baihaqi dlm kitab "Ad-Dalaail" (mungkin yg dimak-
sud adalah kitab "Dalaail An-Nubuwwah" [ed]) dan kitab "Syu'abu Al-Iman", juga oleh Ibnu Abi
Hatim dan Ath-Thabari, juga oleh Ibnu Mardawaih, semuanya dari jalan Ali bin Yazid dari Al-
Qasim bin Abdirrahman dari Abu Amamah. Dan ini adalah sanad yg LEMAH SEKALI".
Keterangan2 senada ini juga disebutkan oleh Ibnu Hajar dlm kitab "Al-Ishabah".

Tidak samar lagi bahwa kisah (Tsa'labah)ini merupakan pelecehan thd seorang shahabat yg ikut perang Badr. Sedangkan kita mengetahui bagaimana jaminan Allah thd Ahli Badr (yakni surga [ed]).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, di dlm kitab-nya 'al-'Aqidah al-Washithiyah', di dalam menerangkan sikap ahlus sunnah wal jamaah thd shahabat, dlm menerangkan keutamaan mereka (para shahabat), di antaranya beliau berkata : "Mereka (ahlus sunnah wal jamaah) meyakini bahwa Allah telah melihat kpd Ahli Badar yg berjumlah tiga ratus lebih belasan orang, lalu berfirman :
" I'maluu maa syi'tum faqad ghafartu lakum "
" Berbuatlah kalian semau kalian, karena sesungguhnya Aku telah mengampuni kalian"
(Al- Bukhari, Fathul Bari VII/305 dan Muslim IV/1941).

Para pakar ahlul hadits telah menjelaskan kelemahan riwayat kisah (tsa'labah) ini spt Ibnu
Hajar tadi juga dlm Fathul Bari 3/266, Al-'Iraqi dalam Takhrij Al-Ihya' 3/366, Al-Manawi dlm
Al-Faidhul Qadir 4/527, Ibnu Hazm dlm Al-Muhalla 11/207, Ibnu Hamzah dlm Al-Bayan wat Ta'rif 3/66 dan Syaikh Al-Albani dlm Dha'iful Jami' 4/125 dan lain-lain.

Demikian sebagaimana yg dikatakan oleh Syaikh Ali Hasan dlm Tashfiyah-nya(maksudnya 'Tashfiyah wa Tarbiyah [ed]).
Bahkan Syaikh Salim bin 'Ied Al-Hilali menulis dlm buku khusus dgn judul " Asy-Syihabuts Tsaqib fidz Dzabbi 'anis Shahabi Tsa'labah bin Hathib ", yg maknanya kurang lebih " Meteor Yang Tsaqib (menembus) Dalam Membela Shahabat Tsa'labah bin Hathib ". Bukunya telah dicetak.

Sementara itu, Al-Qurthubi dlm tafsirnya - setelah mengungkapkan kisah (Tsa'labah) ini- berkata :
" Saya berkata bahwa Tsa'labah adalah Badry (orang yg ikut dlm perang Badr), dan orang Anshar serta termasuk orang yg mendapat KESAKSIAN IMAN dari Allah dan Rasul-Nya. Maka, apa-apa yg di- riwayatkan tentang Tsa'labah dalam hal ini adalah TIDAK BENAR ".

Lalu kepada siapa ayat (QS 9 : 75) ini dimaksudkan ?

Dan Adh Dhahhak berkata : " ayat tsb turun berkaitan dgn sekelompok orang dari kaum munafiqin, mereka adalah : Nabtal bin Al-Harits, Jaddu bin Qays dan Mu'tab bin Qusyair. Dan memang pantas kalau ayat itu tdk berkaitan dgn Tsa'labah atau orang lain dari kaum muslimin. Dan kisah yg sedang kita bicarakan ini (yakni- kisah Tsa'labah [ed]) ditolak, tdk dapat diterima. Bila ayat tsb memang turun berkaitan dgn orang2 tertentu maka tentunya adalah orang2 yg ASLI munafik.

Buktinya, bahwa redaksi ayat2 sebelumnya adalah menerangkan prilaku kaum munafiqin ". (lihat ayat 73 s/d 110). Selain itu juga bahwa ayat yg kita bahas ini telah menyebutkan hal itu, maka firman Allah " wa min hum " [dan diantara mereka] maksudnya adalah orang2 munafik itu ketika mereka berjanji kpd Allah swt, semua mereka dlm keadaan munafik dan bukan mukmin kemudian menjadi jelas kemunafikan mereka dgn melanggar janji, dan Allah swt berfirman " fa a'qabahum "
[maka Allah menimbulkan kemunafikan (pd hati) mereka] yaitu mereka yg telah melanggar janji kpd Allah swt, artinya mereka merupakan sekelompok orang dan kalau yg dimaksud hanya satu orang saja, tentu ayatnya akan berbunyi "fa a'qabahu " (dgn kata ganti tunggal).
Dengan demikian menjadi jelaslah bagi kita kekuatan perkataan Adh-Dhahhak bin Muzahim rahimahullah bahwa ayat tsb turun berkaitan dgn sekelompok orang dari kaum munafik - sebagaimana telah dia ungkapkan - dan bahwasanya tdk ada hubungan antara dgn Tsa'labah bin Hathib ra - dan tidak pula (berkaitan dgn) seorang-pun dari kaum muslimin yg benar dgn kisah ini.

Demikian penjelasan para ulama tentang kisah Tsa'labah bin Hathib radhiallahu 'anhu,
semoga menjadi pelajaran bagi kita semua.[ed]
contekan :
- Beberapa Catatan Atas Tafsir Jalalain ; Muhammad bin Jamil Zainu - Darul Haq cet I 1421 H
- SALAFY edisi Tashfiyah Dan Tarbiyah (edisi XIX Rabi'ul Awal- 1418 H/1997)
- Syarh Al-Aqidah Al-Washithiyah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah ; Sa'id bin Ali - At-Tibyan Solo

Posting Pertama

Bismillahirrahmanirrahiem,
Pada hari ini 23 Mei 2007, Blog saya pertama kali dibuat.
semoga dapat bermanfaat bagi banyak pihak.

Wassalam

-dadang-